Berita Poso: Polisi Hanya Berani Tutup Paksa Tambang Galian C


galian c

POSO – Polisi mengambil langkah tegas terhadap para pengusaha pengelola tambang galian C di Poso. Dianggap telah merugikan daerah karena tak menyetor retribusi memadai, Polisi menghentikan pengoperasian tambang galian C di Sungai Puna Kecamatan Poso Pesisir dan Poso Pesisir Selatan.

Kapolres Poso AKBP Susnadi mengatakan, ada sebanyak lima titik lokasi tambang Galian C yang dihentikan pengoperasiannya oleh Polisi. Penghentian operasi tambang dilakukan dengan cara menyegel lokasi tambang bersama alat berat (eksavator) yang ada di lokasi. “Kegiatan penambangan Galian C bisa kembali dilakukan pengusaha jika mereka sudah mengantongi izin resmi dari Pemkab Poso. Kalau belum ada izin, kami akan tetap menutup aktifitas tambang mereka,” jelas Kapolres saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan terminal Bandara Kasiguncu Poso, Kamis (4/7).

Lima titik penambangan galian C yang yang telah disegel Polisi sejak dua hari lalu berada di aliran Sungai Puna, masing-masing di Desa Betalemba dan Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, serta di Desa Ratolene Kecamatan Poso Pesisir. “Kita dalam proses pemeriksaan administrasi. Jika ada bukti kuat terkait adanya pelanggaran maka kita akan panggil dan periksa pengusaha pemilik tambang,” sebut perwira Polisi dengan dua melati dipundak ini.
Sayang, Susnadi enggan menyebut nama dan atau identitas para pengusaha pemilik tambang galian C yang disegel. “Polisi menyegel karena mereka tidak memiliki izin pengoperasian penambangan. Ini jelas merugikan daerah karena daerah tidak mendapatkan PAD dari mereka,” tandas kapolres.

Terpisah, Sekkab Poso Drs Sin Songgo MM mengatakan, langkah tegas Polisi melakukan penyegelan lima tambang Galian C di Sungai Puna sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Poso. Bahkan langkah Polisi tersebut dilakukan atas permintaan Bupati Poso Piet Inkiriwang. “Penyegelan sudah dikoordinasikan dengan kita. Justru tindakan penyegelan itu atas permintaan pak bupati,” tukas Sin Songgo di gedung Dekab sore kemarin (5/7).

Menurut Sekkab, Bupati meminta Polisi menindak tegas pelaksanaan penambangan karena penambangan yang dilakukan selama ini bersifat merugikan daerah. “Mereka beroperasi belum ada izin. Dengan demikian otomatis daerah kita rugi karena tidak ada PAD,” jelasnya. “Yang lebih rugi adalah masyarakat. Kalau penambangan itu resmi, ada izin dan ada PAD-nya, maka bisa untuk membangun daerah demi kepentingan masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Langkah Polisi dan Pemkab Poso menindak penambangan galian C tanpa izin mendapat dukungan dari Dekab Poso. “Langkah Polisi dan Pemkab menyegel penambangan galian C tanpa izin itu sudah sangat tepat. Dewan sangat mendukungnya,” jelas anggota Dekab, Syarifudin Ojobolo. “Setiap usaha penambangan harus dilakukan dengan cara sah, berizin resmi. Sehingga daerah dan masyarakat tidak dirugikan. Karena ada PAD yang masuk,” ujarnya.

Tapi sayangnya, tindakan Polisi masih belum menyentuh izin-izin pertambangan yang tergolong memiliki nilai strategis seperti halnya pertambangan mineral logam (bahan galian A).

Sumber: http://www.radarsulteng.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/49/7995

Iklan


Kategori:Berita Poso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s